Kepala Dinas

Login Anggota

Video

Who's Online

Ada 4 tamu online

Pooling

Bagaimana kinerja DINAS PERIKANAN & KELAUTAN Kabupaten Indramayu
 
PENGALENGAN IKAN PDF Cetak Email
Senin, 11 Mei 2015 11:40

I. Latar Belakang

Kabupaten Indramayu memiliki potensi yang tinggi di bidang perikanan tangkap, terbukti sebagian besar produksi ikan di Kabupaten Indramayu berasal dari kegiatan perikanan tangkap.  Pada tahun 2011, persentase produksi perikanan tangkap sebesar 41,43% dari total produksi perikanan di Kabupaten Indramayu, sementara itu total produksi tambak 38,92% dan produksi kolam 19,65% (Indramayu Dalam Angka 2013, diolah). Disamping itu Kabupaten Indramayu merupakan penyumbang produksi perikanan tangkap terbesar di Jawa Barat.

Permintaan akan ikan dari tahun ke tahun selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya gizi ikani dengan harga terjangkau.  Untuk meningkatkan luasan daerah distribusi hasil tangkapan ikan pelagis kecil dan meningkatkan daya simpannya maka keberadaan suatu pabrik pengolahan ikan kaleng menjadi jawaban atas kondisi sempitnya daerah distribusi hasil tangkapan dan rendahnya masa daya simpan ikan.Di Kabupaten Indramayu terdapat “home industry” pengolah hasil perikanan selain ikan asin memang belum banyak dilakukan,  di Desa Limbangan terdapat pengolah kepiting dan rajungan juga pengolah ikan kuniran,  namun masih dalam skala kecil.

Baca selengkapnya...
 
DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN KAB. INDRAMAYU MELAKSANAKAN SERTIPIKASI HAK ATAS TANAH LINTAS SEKTOR (BUDIDAYA IKAN) BEKERJASAMA DENGAN KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG SERTA BADAN PERTANAHAN NASIONAL KAB. INDRAMAYU PDF Cetak Email
Kamis, 26 Pebruari 2015 10:29

I. LATAR BELAKANG

Pembudidaya ikan - kecil adalah orang yang mata pencahariannya melakukan pembudidayaan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Potensi budidaya perikanan yang besar yang terdapat di Kabupaten Indramayu, pelaku pembangunan perikanan dan kelautan Kabupaten Indramayu meliputi masyarakat Pembudidaya Ikan, Nelayan dan Pengolah Hasil Perikanan yang klasifikasi usahanya masih dikategorikan dalam skala usaha mikro yang bersifat subsistem dalam roda perokonomian.

Salah satu kelemahan yang merupakan kendala utama dalam mendorong peningkatan investasi dan pengembangan usaha pembudidaya ikan di Kabupaten Indramayu adalah minimnya akses ke sumber pembiayaan. Persyaratan perbankan dan sector lembaga pembiayaan lainnya yang masih belum berminat membiayai dan sangat ketat, mengingat lemahnya jaminan yang ditawarkan membuat pembudidaya ikan semakin sulit mendapatkan kredit.

Ketiadaan system kepemilikan asset yang baik berdampak pada terhambatnya keinginan untuk memanfaatkan asset tersebut. Hal ini karena tidak dilengkapinya dokumen resmi atas asset sehingga tidak dapat dijadikan jaminan kredit. Untuk itu penting dilaksanakan pencatatan melalui Sertifikasi Hak Atas Tanah dengan asumsi bahwa setelah tanah tersebut didata secara resmi dan sah, maka pembudidaya ikan sebagai pemilik dapat menjadikannya sebagai modal usaha dan modal investasi.

Baca selengkapnya...
 
Inkubasi Rumah Tangga Perikanan (RTP) Budidaya Ikan dan Udang untuk Revitalisasi Perikanan di Kabupaten Indramayu PDF Cetak Email
Senin, 23 Maret 2015 09:04

I.1. Latar Belakang

Dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) dalam bidang perikanan dan kelautan maupun pada aspek tata ruang dan wilayah, aspek perikanan memegang peranan yang penting dan selalu tertuang secara komprehensif baik untuk visi, misi yang ada dalam dokumen strategis. Salah satu tantang pada kegiatan pesisir termasuk didalamnya adalah revitalisasi perikanan yang didalamnya terdapat berbagai aspek. Revitalisasi perikanan merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan masyarakat perikanan yang ideal. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 mengamanatkan untuk melaksanakan satu program penting, yakni: Program peningkatan produksi perikanan budidaya. Dalam pelaksanaan program peningkatan produksi, terdapat (6) enam strategi pokok pelaksanaan program peningkatan produksi perikanan budidaya, yakni:

Baca selengkapnya...
 
DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DAN DEMERSAL DI KABUPATEN INDRAMAYU PDF Cetak Email
Kamis, 29 Januari 2015 11:29

I. LATAR BELAKANG

Sumberdaya ikan merupakan salah satu tumpuan ekonomi nasional pada saat ini. Hal ini disebabkan ikan telah menjadi salah satu komoditi pangan penting tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga oleh masyarakat dunia. Komoditas perikanan saat ini menjadi salah satu unggulan untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak yang sebagian besar dihasilkan dari usaha penangkapan di laut. Potensi lestari sumberdaya perikanan laut saat ini mencapai angka 7,3 juta ton per tahun (Bdan Litbang KP, 2013). Namun demikian guna menjamin keberlanjutan sumberdaya perikanan jumlah tangkapan yang diperbolehkan untuk ditangkap (JTB) adalah 5,8 juta ton per tahun, dimana 2,1 juta ton diantaranya adalah kelompok ikan pelagis kecil dan 2,8 juta ton adalah ikan demersal.

Sebagai daerah yang berbatasan dengan laut dengan garis pantai sepanjang 147 Km, Kabupaten Indramayu memiliki potensi yang tinggi di bidang perikanan tangkap, terbukti sebagian besar produksi ikan di Kabupaten Indramayu berasal dari kegiatan perikanan tangkap. Pada tahun 2011, persentase produksi perikanan tangkap sebesar 41,43% dari total produksi perikanan di Kabupaten Indramayu, sementara itu total produksi tambak 38,92% dan produksi kolam 19,65% (Indramayu Dalam Angka 2013, diolah).

Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Halaman 1 dari 10